Label

Minggu, 25 November 2018

Jangan mudah jadi ‘’haters’’




Zaman sekarang budaya konsumtif memang sudah tidak bisa dihindari. Mulai dari banyaknya produk impor sampai kepada kebiasaan kita yang doyan banget nonton youtube. Youtube adalah platform yang hits dan mengundang banyak youtubers. Masalahnya adalah sebagai penonton yang mengikuti sebuah channel seringnya kita tidak sadar menjadi haters dengan hate speech yang dikeluarkan.


Begini teman-teman, para youtubers yang kita ikuti mungkin tidak selamanya bisa memuaskan kita dengan konten yang dibuatnya. Kadang kita suka banget sama sebuah video karena menurut kita sangat mendidik tapi di lain video kita bilang ‘’ kok gini sih ? gak faedah banget ‘’.

Ketahuilah mereka yang para pembuat konten juga manusia. Untuk mendapatkan trafic yang bagus mereka harus rutin meng-upload video . Nah, masalahnya tidak semua saat para content creator kita se-brilian yang kita mau. Ada masanya mereka akan kebingungan ‘’mau buat konten apa ya?’’
Sebagai viewers yang baik menurutku kita semua punya hak untuk suka atau tidak dengan video yang dikeluarkan . 

Titik masalahnya adalah jika terciptanya ‘’haters’’ yang mengeluarkan kata-kata provoktif sehingga membuat orang lain ikut-ikutan mencibir. Jika tidak suka, lebih bijak untuk berkomentar bersifat membangun. Aku sangat yakin saran dari kita selaku viewers sangat –amat dibutuhkan content creator dalam perkembangan channelnya.

Menghujat, mengeluarkan kekecewaan dan menjudge adalah perbuatan buruk yang dapat mematikan karir mereka. Percaya saja yang baik akan tetap jadi baik dan yang buruk juga akan tetap menjadi buruk. Jadilah viewers cerdas yang mampu membangun semangat, kalau hal ini tidak bisa dilakukan daripada hate speech mending buat channel sendiri XOXO.

Senin, 12 November 2018

Review cheek&lip tint wardah terbaru!

lip tint wardah
Wardah memang selalu mampu buat penggunanya ketagihan. Banyak produk lipstick dari wardah yang aku suka. Aku adalah pengguna lipstick mate tapi entah kenapa ketika liat iklan lip tint jadi tergiur juga.

Lip tint dari wardah ada 3 varian warna dan aku nyoba 03 pink. Karena masih pemula dalam dunia lip tint aku ambil warna yang paling aman menurutku.

Okee, mari kita kupas tuntas lip tint wardah kali ini. Teksturya sangat-sangat nyaman ketika digunakan. Wangi buah-buahan dari lip tint ini hampir membuat khilaf pengen dimakan. Ketika di aplikasikan warnanya masih ga terlalu kelihatan tapi setelah beberapa saat pigmented banget sist.

Jadi pertama kali aku pake, aku bingung caranya mau sedikit aja atau bagemana yekeen. Akhirnya aku coba deh makenya kayak pake lipstick biasanya dan ternyata memang beneran keluar nyalanya.

Kalau kamu butuh lip tint dengan jaminan halal aku pikir pasti kamu bakalan suka dengan produk ini. Aku ga bisa bandingkan dengan lip tint korea , karena memang belum pernah coba juga. Menurutku ini bagus kok. Kalau mau ke kondangan yang bakalan makan ntar lip tint ini akan tetap on point kok.
Oiya untuk nilai plus dari produk ini kan bisa juga dijadiin blush on ala-ala yakaan. Menurutku sih cukup memberi warna juga kalau dijadiin blush on. Kalau untuk hang out yang sekiranya mau kasih efek segar tapi ga terlalu nyala. Menurutku cocok sist. Tapi kalau untuk mau blush on yang cetar-cetar ya kayaknya gak cocok sih.
Jadi tergantung kebutuhan dan kesukaan pengguna aja sebenarnya.

Aku beli dengan harga 44k, menurut aku worth it kalau kamu suka sejenis lip tint. Kalau  aku pribadi dengan kondisi bibir yang mudah kering aku kayaknya ga repurchase sih hee.

Selasa, 06 November 2018

Poligami : polemik penguntung sebelah pihak.

 
http://abuayaz.blogspot.com/2010/11/arti-sikap-adil-dalam-poligami.html


Soal poligami ini memang isu yang cukup tabu untuk dikaji. Tetapi faktanya kejadian ini banyak terjadi di lingkungan bermasyarakat.

Baik, sekarang aku mencoba mengemukakan pendapat lewat tulisan ini. Tidak ada unsur SARA disini, setiap orang berhak punya pendapatnya baik setuju maupun tidak.

Begini... poligami seringnya menguntungkan hanya satu pihak saja yaitu pihak laki-laki. Pernahkah ada pertimbangan mengenai kekerasan secara psikis yang terjadi kepada istri dimadu? Kekerasan secara fisik memang memiliki payung hukum yang jelas, dan di Indonesia juga memiliki badan perlindungan untuk kasus kekerasan rumah tangga. Tapi apakah ada hukuman untuk kekerasan secara mental?

Kekerasan psikis/mental yang dimaksud di sini adalah gejolak rasa cemburu sang istri yang terjadi secara terus-menerus dan ini sangat mengganggu kesehatan mental seseorang. 

Kata mereka yang ‘’pro’’ bahwasanya di Al-Quran saja dikatakan bahwa seorang laki-laki dapat menikahi dua, tiga atau empat perempuan. Maka dikatakan bahwa poligami sah-sah saja dalam ajaran agama islam.
Coba kita pergunaan ayat ini secara penuh, dalam Surah An-Nisa (4) : 3 disebutkan bahwa ‘’Dan apabila kalian takut tidak bisa berbuat adil kepada anak-anak perempuan yang yatim (untuk kalian jadikan istri) , maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang kalian senangi, dua atau tiga atau empat. Bila kalian takut tidak bisa berbuat adil, maka nikahilah satu perempuan saja atau budak-budak kalian. Yang demikian itu lebih membuat kalian tidak berbuat zalim.’’
Jelas bahwa Islam memberi opsi bagi kasus-kasus tertentu. Apabila istri tidak bisa melayani suami. Ada kejadian yang memiliki urgensi yang membutuhkan keputusan yang sulit dan Islam memberikan jalan keluar.


Namun jika dalam kasus istri masih bisa melayani suami dengan baik, hal ini sungguh tidak disarankan. Kalaulah alasan laki-laki karena fitrahnya bisa mencintai lebih dari satu wanita, ya memang benar seorang laki-laki juga harus mencintai ibunya, ayahnya dan lain-lain. Cinta yang dimaksud bukan cinta untuk seorang gadis muda yang bukan muhrimnya.

Bisakah dibedakan antara fitrah dan syahwat? Tentu. Cinta yang timbul untuk orang lain dalam sebuah rumah tangga tak ayal adalah syahwat dan harusnya dengan taqwalah semua akan terselesaikan. 

Tidak ada pengecualian bagi seorang laki-laki yang sudah menikah untuk meminta menikah lagi dalam keadaan semua baik-baik saja. Tolong jangan menggunakan ayat untuk membenarkan hal yang tidak benar. Hati istri mana yang tidak tersayat melihat suaminya mencintai wanita selain dia. Ingat bahwa istrimu kamu minta atas nama Allah, begitu mudahkah kamu melukai wanita yang ‘’dulu’’ sangat kamu cintai dan berjanji sehidup sesurga bersamanya?